Pasukan bola sepak kebangsaan Malaysia bergelar Harimau Malaya adalah pasukan bola sepak yang mewakili Malaysia dan ditadbir sepenuhnya oleh Persatuan Bola Sepak Malaysia. Pasukan ini disegani pada tahun 1950-an hingga ke 1980-an tetapi jatuh merudum pada 1990-an dan awal 2000-an. Namun pada bulan Disember 2009, pasukan ini bangkit kembali setelah memenangi pingat emas di Sukan Asia Tenggara (SEA) di Vientiane, Laos dan juara Piala AFF Asean, setelah menewaskan Indonesia 4-2 secara agregat pada Disember 2010.
Malaysia amat digeruni dan antara pasukan terkuat di Asia pada awal 1950-an sehingga 1960-an bersama-sama dengan pasukan bola sepak kebangsaan Korea Selatan. Malaysia telah mensinarkan beberapa pemain antaranya Abdul Ghani Minhat (gelaran "Raja Bola"), Arthur Koh, G. Govindaraju, Robert Coe, Edwin Dutton dan Stanley Gabriel.
Pada zaman 1962, pasukan ini telah melahirkan beberapa emas yang tersilau jauh seperti penyerang kilat Mokhtar Dahari, pasangan pertahanan Santokh Singh dan Soh Chin Aun (dikenali sebagai pasangan pertahanan terbaik di Asia pada 70-an) dan R. Arumugam, digelar sebagai "Spiderman" kerana ketangkasannya menjaga gawang gol.
Mokhtar Dahari
13 November 1953
Setapak,KL
Penyerang
Selangor
Santokh Singh
22 Jun 1962
Setapak,KL
Pertahanan
Selangor

Soh Chin Aun
28 Julai 1949
Alor Gajah,Melaka
Pertahanan
Melaka

R. Arumugam
31 Januari 1953
Klang,Selangor
Penjaga Gol
Se
Menurut Bill Muray, pakar sejarah sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of
Soccer, sepak bola sudah dimainkan sejak awal Masehi. Saat itu, orang-orang di era Mesir Kuno sudah mengenal permainan membawa dan menendang bola yang dibuat dari buntalan kain linen. Sejarah Yunani Purba juga mencatat ada sebuah permainan yang disebut episcuro, permainan menggunakan bola. Bukti itu tergambar pada relief-relief di dinding museum yang melukiskan anak muda memegang bola bulat dan memainkannya dengan paha.
Gambar di dinding museum
Sepak bola juga disebut-sebut berasal dari daratan Cina. Dalam sebuah dokumen militer disebutkan, sejak 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, orang-orang sudah memainkan permainan bola yang disebut tsu chu. Tsu mempunyai arti "menerjang bola dengan kaki". Sedangkan chu, berarti "bola dari kulit dan ada isinya". Mereka bermain bola yang terbuat dari kulit binatang dengan cara menendang dan menggiringnya ke sebuah jaring yang dibentangkan pada dua tiang.
Jepang pun tidak mau ketinggalan. Sejak abad ke-8, konon masyarakatnya sudah mengenal permainan ini. Mereka menyebutnya sebagai Kemari. Bolanya terbuat dari kulit kijang berisi udara.
Yang menarik, ada legenda pada abad pertengahan. Konon saat itu, seluruh desa mengikuti satu permainan bola. Bola yang terbuat dari tengkorak, ditendang satu diantara warga ke arah desa tetangga. Kemudian, oleh si penerima bola di desa itu, bola dilanjutkan ditendang ke desa selanjutnya.